Surat-suratku Jaman dulu…


Krompakan Permai, 12 Februari 2004

Buat Rani

di tempat.

Damai sejahtera dan kasih karunia Tuhan Yesus senantiasa berlimpah dalam hidup kamu.

Secara tulus dan rendah hati saya minta maaf karena saya telah terlalu berani dan mungkin telah terlalu lancang menyurati kamu.

Pun demikian saya harap makna dari semua ini adalah suasana yang baik dimana kasih, cinta, dan persahabatan sejati bersemayam di situ.

Hmm… Rani… sejauh saya kenal.

Yahh.. lumayan menurut ukuran orang lain. Mungkin?

Menurut saya sendiri sih cakep, cantik, jujur.

Saya dapat melihat sendiri dari sikap dan tingkah laku kamu.

Tetapi jangan dikira saya ini peramal lho…

Ahh mungkin saya terlalu banyak memuji dan menyenangkan hati kamu. Tidak!

Saya hanya mengatakan ini dengan sejujurnya, tidak ada paksaan dari luar.

Tetapi tulus dari dalam hati.

Saya tidak mengenal seorang Rani yang keras hati, keras kepala, ngambek seperti yang saya lihat saat ini.

Pun demikian yang saya tahu adalah sesosok Rani yang seperti telah saya ungkapkan di atas.

Tulus, rendah hati, dan satu lagi manis.

Haa haa mungkin sambil membaca ini kamu tersenyum dan tertawa. Saya sendiri mampu membayangkannya.

Benar,kan?

Terus terang saya tak punya keinginan apa-apa terhadap kamu. Saya tidak ada maksud hati untuk menjadikan kamu pacar, kekasih hati, pasangan hidup.

Kamu tahu, dunia akan menertawakan kita bila itu sampai terjadi.

Jangan berprasangka buruk dulu, deeeeh!

Kamu mungkin terlalu percaya dengan omongan teman-temanmu tentang apa yang telah saya katakan kepada mereka, right?

Saya hanya ingin kamu menjadi teman bicara, sahabat bicara, sahabat sejati.

Mengenai pemberian Valentine-an itu kamu juga jangan berprasangka buruk dulu. Memang saya buat itu special berbeda dengan yang lain karena saya tidak ingin mengenal seorang Rani yang saat ini saya kenal, keras hati, berprasangka buruk terhadap saya, do you know that?

Anggap saja itu suatu keberuntungan bagi kamu.

Dan saya akan sangat senang sekali bila kamu mau menerimanya.

Dan apabila mungkin dengan pemberian itu saya bisa mengenal seorang Rani yang tulus, baik hati, jujur, cakep dan cantik, periang dan satu lagi manis.

Saya sangat senang sekali

Hanya itu yang saya inginkan dari kamu, seorang Rani.

Oh, one more thing, you have to need to know; I had told all of that to you and

I hope you believe!

Yours truly,

Markus Aris Budiarto


Krompakan Permai March 27, 2004.

Just for
my best friend, Indrati
where ever you are.

Peacefully for you and love and grace our Jesus Christ with you.

Hi… Ndra how are you today?
Are you OK?
I hope you are fine. How about the others? Everyone’s OK, too? Good. I hope so. God bless you!
May I ask you something, Ndra?
Why you didn’t come arround on Krompakan City last Friday?
I know! You had disturbed by mad man, right?
Sherly told me that you afraid to go to school by bike.
Its so funny. You make me smile, you know.

I saw you Thursday morning when you came arround in front of my house.
You ride your bike very fast like ran after the devil.
“What wrong with her?” I ask my self.
And I saw a man run after you from behind. He rides a bike, too.
If I see him, he is like an old man, am I right?
Who is run after you, Ndra?
Who is he, Ndra?
Do you know him? Please tell me about him!
May be I can help you someday.
I’m worry about you, you know. Really !

Sherly told that you delivered by your sister, am I right?
It means that you had disturbed your own sister.
Please don’t be afraid about that mad man, he is crazy, you know. Don’t think about him!
You must think about your lessons, your school, your exam. Becouse the examination is so near, watch out!
I’m warning you!

I think that its. So, don’t think about that man, think about your self, about your lesson and exam. OK? Good girl !

God bless you today!

Yours truly,

M Aris B


25 Maret 2004

Peacefully for you and love and grace our Jesus Christ with you.

Hi Ndra  nice to meet you again. Thanks Ndra… you had made a letter to me. I priced it.

Hemmm… all right I would to like to talk a little about my life and my days.

Oh god. Where would I must started, huh …. Oh, this way… I introduce myself, my name is Aris, completely is Markus Aris Budiarto. I think you knew that, right?

But most my friends like to call me mas Omen or just Omen. Now I’m still collage, you know I had not passed an examination yet.

Some time I also boring at campus, some time at home, you know. From that I had not passed till now and I don’t know? I’m lazy to study. The most which I like are writing. Write everything, like letters, etc. But not brave to write a book, afraid not sold out. If Indrati, what you like to do?

A little respond about your letter…

Once again I said tank you because you had made a letter to me.

If I looked from your words and your writing, let me guess, you are simple girl. It looks from your words that you shorted, example “S’lam D’mai X’tus!!!” If read “Eslam Demai Extus!!!” and from those sign read (!), perform that you are resolute. You have respect to the older than you example “Mz’ Omen”. It is so nice, yeahh I like it. Easy to forgives and apologized. You like joking, like to help and one more think like to say thank you.

Than the last you said, “Semoga harimu diwarnai dengan sejuta kasih…” Oh God, I really-really thanks about your hope. You know, now my days full of love, Dad’s loves, Mom’s loves, brother’s loves and friend’s loves. Not yet loves from my love. Would you like to looks for me, Ndra…?


25 Maret 2004

Buat : Temanku Elisbeth

di tempat.

Damai sejahtera dan kasih karunia Tuhan Yesus senantiasa dalam hidupmu.

 

Hai… juga temaku Elisabeth! Pa khabar? Moga aza khabar kamu jua baek.

Sebelumnya aku minta maaf karna aku baru bisa ngebalassuratkamu saat ini. Soalnya aku baru sibuk ngerjain tugas. Sampai saat ini aza tugasnya belon selesai. Malam ini aku baru ngrampungin tugas sebagian terus aku teringat akan janjiku untuk ngebalassuratkamu hari Jumat. Nah, jadilahsuratbalasan untuk kamu malam ini. Sorry, yaa…

Dan terima kasih kamu udah kirimsuratke aku. Aku sangat menghargainya.

Aku panggil kamu enaknya dengan sebutan Lis aza, ya soalnya lebih enak nyebutnya dan lebih manis di dengar.

Eh, Lis dalamsuratitu kamu bilang, … suratnya baru aq balas sekarang… Perasaan, kamu belon pernah nyuratin ke aku, kapan? Lewat siapa?

Khabar Mudika baek-baek aza. Kamu kira aku masih Kepala Sukunya, ya? Salah besar kalau kamu masih anggap aku Kepala Sukunya. Kepala Sukunya udah ganti bulan Oktober kemaren. Aku udah lengser, turun pangkat.

Dan sekarang Mudika udah tambah OK dan Asyik.

Kapan kamu main ke rumahku?

Kalo kamu nggak main ke rumah, aku yang main ke rumahmu.

Kasih tahu aku rumahmu yang mana, ya?

Pas di Godean itu aku baru pulang dari kuliah. Aku kuliah naik bis. Yah, seperti biasa bis itu selalu berhenti di situ. Karena di dalam panas, aku sering turun dulu cari angin segar. Eeee kebetulan aku ketemu denganmu  sama teman kamu yang satunya itu, Lis. Namanya siapa, aku lupa. Sorry aku nglupain nama sobat kamu itu. Namanya siapa, Lis kasih tahu aku, ya!

Sebenarnya waktu aku mau menuju ke kamu itu aku cuman ingin yahhh ngomong-ngomong aza, terus nanya, lagi ngapain kok pergi ke pasar segala.

Baru aza beli sayuran, ya? Beli aza di tempatku banyak,  nggak usah pergi ke pasar.

Pas aku lagi jalan ke tempatmu bisnya udah mau jalan, yahh akhirnya aku nggak jadi ke tempat kamu. Aku langsung naik bis, takut ketinggalan.

Kabarnya Gober baik-baik aza. Gober sampai sekarang belon punya cewek. Emangnya kenapa, kamu naksir ,ya?

Salam kamu udah aku sampein katanya salam kembali.

Tapi Gober nggak tahu siapa kamu, tuh.

Kamu koq bisa kenal sama adikku dari siapa? Haayooo…!

Waaduuhh… Lis udah malem nih aku musti tidur, besok aku nggak bisa bangun pagi lagi.

Udah dulu ya…

Salam buat teman kamu yang aku lupa namanya itu.

Tuhan Yesus Memberkati Kamu. Amin!

Dari sobatmu

Omen


3 Juni 2004

Hai Ran !!

Sebelumnya aku minta maaf, ya……………….

Eeemm… aku punya sesuatu untuk kamu, nich…………….

Ini adalah compact disc untuk kamu yang aku buat tadi malam.

Semalam suntuk aku nggak tidur buat ini.

End… ini bukan sembarang compact disc, lho!

Kamunya bisa memutar compact disc ini pada compact disc player

yang ada sistem Mp3-nya.

Kalo kamunya punya compact disc player, coba deh diputer.

Pokoke asyiq…  deehh!

Kalo nggak punya, ya mungkin kamunya dengerinnya ama temen-temen kamu yang punya.

Nah, ini komentar akunya mengenai compact disc ini.

Untuk komentar selanjutnya silakan kamunya dengerin dalam compact disc ini.

Tapi maaf mungkin merekamnya kurang bagus hasilnya.

Tuhan Yesus memberkati.

AMIN

Sahabatmu yang baru,

Aris Budiarto

2 thoughts on “Surat-suratku Jaman dulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s